Tips Travelling Ke Tempat Wisata Di Jepang Yang Mengagumkan


Jepang merupakan suatu Negara yang terkenal dengan kecanggihan dan kemajuan dari teknologinya yang berkembang dengan pesat. Tidak hanya tempat wisata di negeri Sakura ini juga menyuguhkan keindahan dengan adat budaya khas Jepang yang masih sangat kental. Tak heran jika ada banyak orang yang memiliki impian bisa berlibur dan travelling ke beberapa tempat wisata di Jepang yang terkenal dan menjadi favorit banyak orang.

Ada banyak tempat-tempat wisata menarik di negara Jepang yang siap dijelajahi oleh backpacker dari seluruh penjuru dunia. Supaya acara travelling tidak berakhir dengan kekecewaan, backpacker harus memiliki pengetahuan umum seputar obyek wisata di Jepang, jalur transportasi, budaya setempat, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku disana.

Bagaimana cara mendapatkan tips liburan ke Jepang? Kita bisa menggunakan beragam media yang ada. Ingat, sekarang ini era informasi. Info apapun bisa kita dapatkan asalkan ada kemauan mencarinya, baik melalui internet, majalah, tabloid, ataupun langsung bertanya kepada orang yang sudah pernah bepergian ke Jepang.

Tips Berlibur ke Tempat Wisata di Jepang

Tips Berlibur ke Tempat Wisata di Jepang

Kali ini saya akan membagikan tips travelling ke tempat wisata di Jepang yang dapat anda jadikan sebagai referensi sebelum berlibur kesana karena saya yakin orang-orang yang sedang membaca artikel ini pasti memiliki impian untuk berlibur dan travelling ke beberapa tempat wisata yang ada di Jepang. Adapun beberapa tips berlibur ke tempat wisata di Jepang yang bisa anda persiapkan dari sekarang adalah sebagai berikut.

  • Sedia Uang Yen Sampai Cukup

Tips liburan ke Jepang yang pertama adalah sediakan mata uang Yen sampai cukup, bukan secukupnya lho ya. Mengapa wisatawan sebaiknya tidak sampai kekurangan mata uang Yen? Karena wisatawan tidak bisa menemukan tempat penukaran uang (money changer) di Jepang dengan mudah. Jika wisatawan ingin menukar uang, maka mereka harus pergi ke bank dan itu butuh biaya transportasi yang tidak sedikit.

Mungkin di Jepang terdapat money changer pada lokasi-lokasi strategis tempat para wisatawan biasa berkumpul. Tapi pada umumnya mereka tidak buka pada hari Sabtu dan Minggu, padahal akhir pekan adalah pusat keramaian kunjungan wisata. Jadi, persiapkan uang Yen yang cukup selama acara travelling di Jepang supaya kebutuhan bisa dipenuhi dengan nyaman

  • Berhemat Biaya Naik Transportasi Umum

Tidak seperti di Indonesia dimana kita bisa menawar tarif bajaj maupun ojek untuk blusukan keluar masuk kampung, di Jepang semua tarif transportasi sudah fix dan memiliki jalur teratur. Tarif standard naik bus di Jepang umumnya 220 Yen atau sekitar Rp 29.000,- Untuk tujuan penghematan biaya liburan, setiap backpacker hendaknya membuat perencanaan rute tujuan supaya tidak bolak-balik melewati jalur yang sama.

Bila Anda bepergian dengan kereta api untuk satu tujuan tanpa membeli melalui paket, maka tarif yang berlaku sekitar 300 Yen atau sekitar Rp 40.000,- Apa bedanya naik bus dan kereta di Jepang? Kalau travelling naik kereta memang lebih cepat sampai dan tarifnya lebih mahal, tapi wisatawan tidak bisa puas melihat pemandangan kota-kota di Jepang. Kalau Anda ingin menjelahi setiap kota wisata di Jepang, bepergian naik bus bisa jadi solusi terbaik.

  • Belajar Bahasa Jepang, Walaupun Sedikit

Penduduk Jepang sebenarnya ramah-ramah, seperti Indonesia, namun tidak semuanya bisa berbicara dalam bahasa Inggris, apalagi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, sebelum berangkat liburan ke tempat wisata di Jepang ada baiknya wisatawan belajar bahasa Jepang, minimal untuk percakapan standar. Misalnya bertanya arah ke stasiun, memperkenalkan diri, percakapan membeli barang di toko, dan lain-lain.

Warga Jepang yang bisa bercakap-cakap dalam bahasa Inggris umumnya adalah anak-anak muda. Berkat dukungan kecanggihan teknologi, mereka sangat welcome terhadap turis asing yang meminta bantuan. Jika Anda bertanya kepada penduduk Jepang yang berusia lebih dari 40 tahun kemungkinan besar mereka tidak akan paham bahasa Inggris. So, belajarlah bahasa Jepang mulai dari sekarang.

  • Berhemat Biaya Makan Dengan Belanja di Supermarket

Tips berlibur berikutnya adalah mengenai cara hemat biaya makan di Jepang. Jepang adalah negara maju dengan biaya hidup tinggi, khususnya kota Tokyo. Sehingga sangat wajar jika tempat wisata di Jepang, sama seperti halnya tempat wisata di Korea Selatan dan Hongkong, menerapkan tarif tinggi untuk sekali makan. Untuk satu paket makanan umum di Jepang dijual dengan harga sekitar Rp 70.000,- per porsi.

Bagaimana cara menghemat biaya makan selama liburan di Jepang? Anda bisa mencoba belanja makanan instant di supermarket. Sama seperti di Indonesia, supermarket di Jepang juga menjual makanan jadi yang siap dipanaskan ketika ada pembeli. Harga makanan yang dijual di supermarket berkisar Rp 30.000,- Lumayan menghemat biaya.

  • Gunakan Laptop dan Wifi Untuk Komunikasi

Tidak semua operator seluler asal Indonesia memiliki layanan komunikasi internasional roaming di Jepang. Selain itu, wisatawan asing tidak diperbolehkan membeli kartu perdana untuk komunikasi lewat handphone. Kebijakan ini berbeda dengan kunjungan wisata di Malaysia dan Singapura yang lebih fleksibel. Oleh sebab itu wisatawan harus bisa memutar otak supaya komunikasi dengan keluarga di tanah air tetap lancar.

Wisatawan bisa memanfaatkan koneksi internet gratis (wifi) dengan membawa laptop sendiri. Sebenarnya terdapat jasa penyewaan nomor telepon GSM, hanya nomor telepon, tidak dengan handphone-nya. Tetapi ya begitu, tarifnya mahal sekali.

Biaya sewa simcard adalah Rp 40.000,- per hari, belum lagi hitungan biaya komunikasi seperti kirim SMS dan melakukan panggilan. Gunakan laptop sebijak mungkin untuk berkomunikasi dengan keluarga melalui internet.

  • Ramah Terhadap Siapa Saja Yang Ditemui

Tips liburan nyaman ke tempat wisata di Jepang selanjutnya adalah pentingnya bersikap ramah terhadap siapa saja yang Anda temui. Ingat, Anda adalah warga asing di Jepang. Oleh sebab itu perlu menjaga perilaku agar memberi kesan baik terhadap siapapun yang kita temui. Sebisa mungkin tebarkan senyum kepada setiap orang asing yang baru dikenal, terutama petugas layanan publik dan penduduk lokal. Kalau hanya tersenyum bukan pekerjaan sulit bukan?

Malu bertanya sesat di jalan. Keramah-tamahan juga dbutuhkan ketika bertanya ke lokasi-lokasi wisata di Jepang. Apalagi untuk Anda para backpacker yang tidak paham sama sekali terhadap tulisan dan bahasa Jepang. Buanglah dulu gengsi dan jaim Anda supaya acara liburan ke Jepang bisa nyaman dan tanpa takut kesasar. Liburan menyenangkan adalah liburan yang tidak membuat Anda stres di kemudian hari.

Hal penting yang perlu diperhatikan ketika memutuskan melakukan travelling ke tempat wisata di Jepang adalah menjaga kesehatan. Acara bersenang-senang bisa menjadi bencana bila kesehatan Anda tidak mendukung. Jangan lupa berdoa kepada Tuhan agar persiapan liburan ke Jepang berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan yang berarti. Semoga tips liburan ini bisa berguna untuk Anda. Bila semuanya sudah ready, ayo berlibur ke tempat wisata di Jepang!