Itinerary dan Cerita Perjalanan ke Tempat Wisata Jogja [Part I]


Itinerary dan Cerita Perjalanan ke Tempat Wisata Jogja – Siapa yang tak kenal dengan salah satu kota yang terkenal dengan keistimewaannya yang satu ini. Ya, Daerah Istimewa Yogyakarta memang menjadi incaran para wisatawan saat musim liburan telah tiba. Terutama pada saat hari libur tahun baru. Banyak para wisatawan yang berbondong-bondong pergi mengunjungi kota istemewa yang satu ini.

Itinerary dan Cerita Perjalanan ke Tempat Wisata Jogja
Itinerary dan Cerita Perjalanan ke Tempat Wisata Jogja

Termasuk saya dan suami yang memang pada saat itu ingin pergi berlibur sekaligus honeymoon bersama di kota yang katanya istimewa ini. Kami berdua memang sudah merencanakan untuk liburan sekaligus honeymoon setelah menikah. Jadi, dari jauh-jauh hari kami berdua sudah merencanakannya.

Bahkan sebelum hari H wedding, kami sudah booking tiket kereta untuk keberangkatan ke Jogja tepat pada tanggal 29 Desember pada saat itu. Karena khawatir takut kehabisan tiket kereta karena memang akhir tahun dan pastinya akan banyak tiket kereta yang di pesan oleh orang-orang dengan tujuan yang sama yaitu Jogja. Memang se-excited itu kami bedua ingin liburan. Hehe.

Bahkan tiket yang kami pesan saat itu tidak tersedia 1 rute dari Jember ke Jogja, ada sih tapi tiket kereta bisnis yang harganya berkali-kali lipat.

Jadi kami putuskan untuk memesan tiket dari Stasiun Surabaya ke Lempuyangan Jogja dengan tanggal 29 Desember. Kami berangkat dari Jember ke Surabaya menggunakan bus antar kota, berangkat tengah malam dan sampai di terminal bungorasih sekitar jam 3 pagi, sedangkan kereta jam 7.

Kami putuskan untuk berhenti sejenak ngopi santai di dekat terminal bungorasih.

Ngopi di dekat Terminal Bungorasih
Ngopi di dekat Terminal Bungorasih

Ya, ternyata dugaan saya memang benar ada banyak para wisatawan dari berbagai macam kota yang kereta kami lewati dengan tujuan Jogja. Wah, pasti akan banyak sekali para wisatawan disana pikir saya. Tepat di hari keberangkatan kami berdua langsung pergi ke salah satu stasiun terdekat dari rumah kami.

Perjalanan Menuju ke Tempat Wisata Jogja

Perjalanan Menuju ke Tempat Wisata Jogja
Perjalanan Menuju ke Tempat Wisata Jogja

Perjalanan memakan waktu kurang lebih 6 jam untuk bisa sampai di Jogja, kami melewati beberapa rute umum Kereta Api dari Surabaya ke Jogja.

Rute Kereta Api Surabaya Gubeng-Lempuyangan Jogja

StasiunKedatanganKeberangkatan
Surabaya Gubeng-08:10
Wonokromo08:1708:19
Mojokerto08:5208:55
Jombang09:1709:20
Nganjung09:5509:59
Caruban10:2810:32
Madiun10:5811:08
Walikukun12:0512:07
Sragen12:2812:30
Purwosari12:5913:05
Klaten13:2813:20
Lempuyangan13:55-

Harga Tiket Kereta Api Rute Surabaya Gubeng-Lempuyangan Jogja

Harga Tiket Kereta Api Rute Surabaya Gubeng-Lempuyangan Jogja
Harga Tiket Kereta Api Rute Surabaya Gubeng-Lempuyangan Jogja

Rencana kami:  Sesampainya di Jogja sekitar tengah hari saat itu, kami berdua langsung mencari informasi tempat sewa motor di Jogja untuk beberapa hari disana kemudian setelah itu pergi ke area wilayah Jl. Malioboro Jogja untuk mencari makan sekaligus mencari tempat penginapan yang ada di sekitar jalan Malioboro.

Kabar buruknya semua tempat penginapan di Jogja dan tempat sewa motor di Jogja mengalami kenaikan harga 2 kali lipat dari biasanya.

Maklum, hari libur besar apalagi banyak para wisatawan yang ingin menikmati malam tahun baru disana. Jadi, sudah pasti ini dijadikan peluang untuk meraup keuntungan yang lebih besar bagi para pemilik penginapan dan akomodasi disana. Sudah pasti ini diluar ekspektasi dan over budget untuk kami berdua.

Tips: Jadi, nih pastikan buat kalian yang ingin pergi berlibur ke beberapa tempat wisata di Jogja dengan tujuan backpacker dengan budget yang minim. Saya sarankan tidak pergi di hari libur besar apalagi saat tahun baru karena apa-apa yang ada disana pasti harganya naik 2 kali lipat.

Ampun deh, kapok saya!

Tapi memang pengalaman menikmati moment malam tahun baru di Jogja bersama dengan suami adalah moment yang manis dan tak terlupakan sih.

Rasa menyesal saya juga terobati karena suguhan keindahan alam dan suasana kota Jogja yang benar-benar istimewa dengan adat budaya yang juga masih kental, sesuai dengan namanya. Apalagi pergi bersama orang yang juga istimewa. Hehe

Tempat Penginapan dan Transportasi saat Berlibur di Jogja

Tempat Penginapan dan Transportasi saat Berlibur di Jogja
Tempat Penginapan saat Berlibur di Jogja

Buat kamu yang ingin pergi ke beberapa tempat wisata Jogja untuk tujuan berlibur, tak perlu khawatir karena ada banyak fasilitas dan akomodasi yang mudah kamu temui saat berlibur ke Jogja. Misalnya seperti tempat penginapan di Jogja, ada banyak jenis tempat penginapan yang dapat kamu pilih dan tempati. Misalnya seperti penginapan berupa hotel di Jogja, losmen, kosan harian, mingguan atau bulanan dan lainnya.

Buat kamu yang berlibur dengan budget minim, saya rasa kosan di Jogja adalah pilihan yang tepat karena harganya lebih murah dibandingkan dengan di hotel atau losmen. Tapi buat kamu yang memang berencana untuk berlibur dan bersenang-senang di Jogja dan memiliki budget lebih. Boleh lah menginap di tempat penginapan di Jogja yang lebih mahal dan pastinya dengan fasilitas yang lebih lengkap seperti di hotel atau losmen.

Tidak perlu khawatir buat kamu yang tidak membawa kendaraan pribadi saat berlibur di Jogja juga karena ada banyak jasa sewa kendaraan di Jogja baik itu jasa sewa motor Jogja atau jasa sewa mobil Jogja. Kamu bisa mencarinya dengan mudah di Google.

Tapi pastikan jangan sampai terkena penipuan ya dan pastinya jangan mau kalau diminta untuk payment terlebih dahulu saat menggunakan jasa sewa motor atau mobil di Jogja.

Atau buat kamu yang tidak mau menggunakan jasa sewa mobil atau motor selama berlibur di Jogja juga tidak masalah. Karena ada banyak ojek online yang beroperasi di Jogja baik itu grab atau gojek. Kamu bisa pilih sesukamu saja.

Jadi, intinya masalah penginapan dan transportasi atau fasilitas dan akomodasi selama berlibur di Jogja tak perlu dikhawatirkan lagi. Karena ada banyak opsi yang dapat kamu pilih dan pastinya kamu sesuaikan dengan budget liburan kamu.

Transportasi saat Berlibur di Jogja
Transportasi saat Berlibur di Jogja

Kalau saya dan suami memilih untuk berpindah-pindah tempat penginapan dan mencoba semua transportasi yang ada di Jogja agar anggaran lebih hemat dan pastinya menambah pengalaman berlibur yang seru dan mengasikkan dengan budget seminim mungkin sih kalau bisa Hehe.

Maklum saat itu memang semua harga sewa penginapan ataupun kendaraan di Jogja naik 2x lipat karena libur tahun baru. Jadi ya, begitulah harus pintar-pintar menghemat sist.

Awalnya kami menginap di sebuah hotel dekat Jalan Malioboro Jogja agar malamnya kami bisa pergi jalan-jalan di Jl. Malioboro Jogja yang memang dikenal sebagai salah satu ikon kota Jogja. Dan di hari pertama kami menggunakan jasa sewa motor Jogja juga untuk bisa berkeliling menikmati suasana kota Jogja yang mempesona selama kurang lebih 3 hari kami menyewanya.

Kamar kami

Kamar Penginapan Di Gang Jogja
Kamar Penginapan Di Gang Jogja

Oh iya, saya dan suami berlibur di Jogja pada saat itu kurang lebih sekitar 7 hari tanggal 29 berangkat dan tanggal 3 Januari pulang ke rumah. Cukup lama memang dan cukup memakan banyak korban di dompet kami berdua. Hehe

Mengunjungi Beberapa Tempat Wisata di Jogja yang Populer

Tak perlu banyak omong lagi, kami langsung saja menjelajahi beberapa tempat wisata di Jogja selama 7 hari tersebut. Nah, berikut ini beberapa tempat wisata di Jogja yang saya kunjungi dan sudah saya list jauh-jauh hari sebelum pergi ke Jogja karena memang ada banyak tempat wisata menarik dan populer di Jogja yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan saat berlibur kesana.

Itinerary Cerita Perjalanan Wisata Jogja Hari Pertama

Menikmati Keindahan dan Suasana Malam di Jalan Malioboro Jogja

Menikmati Keindahan dan Suasana Malam di Jalan Malioboro Jogja
Menikmati Keindahan dan Suasana Malam di Jalan Malioboro Jogja

Malam pertama berada di Jogja, kami memilih wisata malam di Jalan Malioboro Jogja. Karena memang kebetulan tempat penginapan kami dekat dengan Jalan Malioboro. Kami pergi menggunakan sepeda motor yang kami sewa pada awalnya. Lalu kemudian, motor kami titipkan di tempat parkir motor yang memang di sediakan di dekat Jalan Malioboro.

Walaupun kamu bisa mengendarai sepeda motor disana, tapi saya sarankan mending jalan kaki saja karena jalur Jalan Malioboro hanya satu arah dan sulit untuk mencari tempat parkir setelah berada di area Jalan Malioboro. Tak hanya itu, akan ada banyak pejalan kaki juga di area Jalan Malioboro karena memang pejalan kaki lebih diutamakan dan dihormati disana. Jadi, lebih baik parkir saja kendaraan bermotormu ya agar lebih nikmat dan syahdu jalan-jalan di Malioboro.

Kami berdua berjalan-jalan menikmati suasana Jalan Malioboro yang ramai dengan banyak wisatawan yang berburu oleh-oleh. Ya, di tempat wisata Jogja yang satu ini kamu bisa menemukan berbagai macam oleh-oleh karena memang Jalan Malioboro adalah surganya oleh-oleh.

Ada banyak barang-barang yang dapat kamu beli untuk dijadikan oleh-oleh disini. Misalnya seperti baju, celana, tas, aksesoris kulit, batik, kaos khas Jogja dan masih banyak pernak-pernik khas Jogja yang bisa kamu beli sebagai buah tangan untuk keluarga, teman atau saudara di rumah.

Tak hanya itu saja, jika pada bagian tepi kanan Jalan Malioboro dikuasi oleh para pedagang oleh-oleh baju, aksesoris dan pernak pernik lainnya. Pada bagian kiri jalan, kamu bisa menikmati aneka jenis pilihan kuliner khas Jogja. Sebelumnya saya sudah membahas tentang tempat wisata kuliner di Jogja. Jadi, buat kamu yang menikmati suasana malam berjalan-jalan di Jogja tak hanya bisa belanja untuk oleh-oleh saja, kamu juga bisa menikmati kuliner khas Jogja di Jalan Malioboro atau sekedar nongkrong di angkringan yang ada disekitar jalan Malioboro.

Nah, buat kamu yang ingin membeli oleh-oleh dan berbelanja akan lebih baik jika kamu pergi ke Jl. Malioboro ini kembali di hari terakhir saat kamu berada di Jogja. Karena tidak mungkin kan kamu membawa barang-barang untuk dijadikan oleh-oleh kemana-mana. Apalagi jika kamu masih berencana untuk pergi ke beberapa tempat wisata di Jogja yang lainnya.

Jadi, di malam pertama berada di Jogja saya hanya berjalan-jalan menikmati suasana malam di Jalan Malioboro saja dengan orang istimewa yang berada di samping saya. Belanja oleh-oleh di Maliboronya saya putuskan untuk kembali lagi saat hari terakhir di Jogja agar tidak repot dan ribet membawanya. Karena tujuan wisata saya di Jogja masih cukup banyak.

Oh iya, saya hampir lupa. Untuk biaya parkir di Jalan Malioboro ini kamu hanya perlu membayar Rp. 3.000 saja. Dan untuk parkir diatas

Suasana Keramaian Malam Indah di Tugu Jogja

Suasana Keramaian Malam Indah di Tugu Jogja
Suasana Keramaian Malam Indah di Tugu Jogja

Setelah puas berjalan-jalan di Malioboro, kami memutuskan untuk pergi ke tugu Jogja yang juga merupakan ikon dari kota Yogyakarta. Yang memang kebetulan tidak terlalu jauh jaraknya dengan Jalan Malioboro. Walau hampir tengah malam, namun suasana malam di Jogja masih ramai dengan para wisatawan yang juga sibuk menjelajahi kota yang istimewa ini.

Disana kami hanya pergi berjalan-jalan juga di trotoar menuju tugu yang menjadi pusat foto para wisatawan. Suasananya memang tidak seramai Malioboro karena memang orang yang mengunjungi tempat wisata di Jogja yang satu ini hanya ingin mengambil beberapa foto dengan background tugu Jogja yang melegenda sebagai ikon Jogja.

Foto-Foto Saya Di Tugu Jogja

Kebetulan disana juga ada cosplay hantu Indonesia yang cukup lengkap yang bisa kamu ajakin foto berdua atau rame-rame. Hehe. Tapi saya tidak berani berfoto dengan para hantu jadi-jadian itu soalnya serem.

Foto-Foto Pocong dan Kuntilanak Di Tugu Jogja

Mencicipi Kopi Joss Legenda di Angkringan Lik Man Jogja

Mencicipi Kopi Joss Legenda di Angkringan Lik Man Jogja
Mencicipi Kopi Joss Legenda di Angkringan Lik Man Jogja

Setelah selesai berfoto dengan background tugu Jogja, kami melanjutkan perjalanan menuju ke sebuah angkringan yang fenomenal di Jogja yaitu angkringan lik man yang sebelumnya juga kami bahas di artikel wisata kuliner Jogja. Ada cukup banyak anak muda yang nongkrong sembari minum kopi di angkringan lik man yang berada di sekitar situ. Kopi andalan khas angkringan Jogja yang satu ini adalah kopi joss.

Namanya memang unik dan seunik cara pembuatannya. Jadi, kopi joss ini dibuat dengan menggunakan arang panas yang dicelupkan langsung pada kopi yang masih panas. Ternyata perpaduan arang panas dan bubuk kopi serta gula membuat cita rasa kopi semakin nikmat. Kamu tak perlu khawatir karena kopi joss dengan arang panas ini aman di konsumsi. Arang yang berasal langsung dari tungku api sudah pasti steril.

Tak hanya menyediakan kopi Joss saja, di angkringan lik man ini kamu juga bisa menikmati aneka gorengan, sate dan nasi kucing dengan harga yang pas di kantong. Semua harga di angkringan lik Man ini sudah pasti tidak akan membuat kantongmu jebol selama berlibur di Jogja. Jadi, jangan khawatir karena memang angkringan di Jogja murah-murah.

Setelah itu, kami cukup lelah dan memutuskan kembali ke hotel tempat kami menginap. Untuk mengisi energi kembali melanjutkan ke destinasi wisata Jogja yang lainnya di hari berikutnya.

Hari kedua di Jogja kami memutuskan untuk check out dari hotel tempat kami menginap karena sudah pasti jika selama 7 hari kami menginap di hotel ini habislah uang di kantong kami. Haha.

Itinerary Cerita Perjalanan Wisata Jogja Hari Kedua

Selanjutnya kami searching di google dan juga bertanya ke beberapa teman untuk info penginapan murah di Jogja. Pada akhirnya kami memutuskan untuk menginap di salah satu kosan di Jogja yang memang cukup jauh dari pusat kota. Tapi tidak terlalu jauh amat dan masih tergolong dekat dengan Malioboro jika melakukan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor kurang lebih sekitar 10 menitan lah.

Eits, tapi jangan salah walaupun penginapan berupa kosan namun harga sewa per harinya ternyata juga naik 2x lipat juga. Bahkan pada saat itu, hanya ada 1 kamar saja yang kosong karena kamar yang lainnya sudah habis ter-booking.

Kami mencari tempat penginapan yang dekat dengan pusat kota memang karean untuk 3 hari ke depan setelah masa sewa motor sudah habis. Setidaknya kami masih bisa pergi jalan-jalan dengan menggunakan jasa ojek online dan pastinya agar harganya juga lebih murah. Hehe.

Oh iya, rata-rata beberapa tempat penginapan di Jogja yang kami coba hubungi dan datangi memberikan syarat berupa KTP dan Buku Nikah jika ada pasangan yang ingin menginap disana. Jadi, pastikan kamu menyiapkannya ya jika akan menginap di beberapa tempat penginapan Jogja.

Kami check in di kosan Jogja hampir tengah hari dan kami memutuskan untuk beristirahat dahulu seharian itu karena pada malam harinya saya dan suami berencana untuk pergi ke tempat wisata di Bantul Jogja tepatnya hutan pinus pengger dlingo Bantul Jogja.

Menikmati Gemerlap Malam Kota Jogja di Atas Bukit Hutan Pinus Pengger Dlingo Bantul

Menikmati Gemerlap Malam Kota Jogja di Atas Bukit Hutan Pinus Pengger Dlingo Bantul
Menikmati Gemerlap Malam Kota Jogja di Atas Bukit Hutan Pinus Pengger Dlingo Bantul

Hutan pinus pengger Dlingo Bantul adalah salah satu tempat wisata hits dan instagramable di Jogja. Buat kamu para remaja kekinian wajib banget ke objek wisata Jogja yang satu ini untuk mempercantik feed instagrammu. Disini kamu bisa melihat keindahan kota Jogja dari atas bukit hutan pinus.

Tempat wisata hutan pinus pengger ini lokasinya cukup dekat dengan hutan pinus mangunan Jogja. Namun hutan pinus ini lebih kekinian dan banyak area foto yang instagenik disini. Perjalanan dari pusat kota Jogja menuju ke hutan pinus pengger ini memang cukup lama sekitar 30 menitan. Lokasinya berada di dataran tinggi puncak Jogja sehingga udaranya cukup dingin.

Nah, buat kamu yang berniat untuk pergi ke tempat wisata hutan pinus Jogja yang satu ini pastikan kamu menggunakan pakaian yang tebal ya. Jangan salah kostum seperti saya yang hanya menggunakan sweater rajut yang dengan dalam baju yang tipis saja, karena memang udaranya cukup dingin. Jalanan menuju ke puncak juga cukup gelap dan terjal. Jadi, pastikan kamu berhati-hati saat mengunjungi tempat wisata yang satu ini.

Buat kamu yang tidak tahu lokasi wisata hutan pinus pengger Dlingo Bantul juga tidak perlu khawatir karena kamu bisa mengandalkan google maps untuk bisa menuju kesana. Sekarang mah jaman udah canggih tak perlu sibuk bertanya turun dari kendaraan ke orang sekitar untuk bisa sampai ke tempat tujuan. Cukup andalkan google maps semua beres dan pastinya kamu tidak akan tersesat di kota orang.

Sesampainya disana, kamu akan diminta tiket masuk sebesar Rp. 10.000  dan parkir motor Rp. 2.000. Cukup murah sekali bukan. Tempat parkir motornya berada di bawah, dan untuk bisa melihat keindahan dan fasilitas wisata kamu perlu naik ke atas menyusuri tangga bambu yang dihiasi lampu remang dan pemandangan kanan kiri hutan pinus.

Tapi, tidak terlalu jauh kok mendakinya. Sesampainya di atas kamu akan menemukan berbagai macam spot foto unik dan menarik yang pastinya sangat instagramable banget dan bisa kamu pajang untuk mempercantik feed instagrammu.

This slideshow requires JavaScript.

Spot foto unik yang ada di hutan pinus pengger terbuat dari kayu rotan yang dibentuk sedemikian rupa ada yang berbentuk tangan raksasa, berbentuk segitiga seperti rumah dengan bolongan di tengahnya dan ada juga jembatan dengan hiasan rotan melingkar dengan tulisan hutan pinus pengger.

Masih ada banyak spot foto menarik lainnya,  namun yang instagenik dan instagramable adalah ketiga spot foto yang saya sebutkan sebelumnya. Kamu tidak perlu khawatir saat mengunjungi tempat wisata Jogja yang satu ini tanpa kamera. Karena di hutan pinus pengger ini sudah disediakan jasa fotografer dengan kamera SLR terbaik yang dapat menangkap moment keindahan malam dan gemerlap kota Jogja dari atas puncak dengan sempurna.

Tapi, tidak gratis ya! untuk bisa mendapatkan foto terbaik ini kamu perlu membayar jasa fotografer sekitar Rp. 4.000 tiap hasil fotonya. Saat itu sih, saya hanya diminta membayar Rp. 4.000 saja per fotonya. Tapi tidak tahu untuk info harga terbarunya, paling harganya naik sedikit lah.

Tidak mahal kok dan harga sebanding dengan hasil foto yang bagus. Tapi saat berada di tempat wisata ini dan menginginkan hasil foto terbaik, kamu harus ekstra sabar karena banyak para wisatawan yang mengantri untuk bisa berfoto di spot foto yang unik ini.

Untuk bisa berfoto di spot ini, saat itu saya mengambil nomor antrian terlebih dahulu pada salah satu petugas fotografernya. Setelah itu, saya menunggu cukup lama sekitar masih 10 antrian lagi yang ingin berfoto. Jadi, memang harus ekstra sabar ya.

Setelah tiba giliran saya, nomor antrian kami pun dipanggil dan petugasnya pun juga cukup ramah dan saya lihat profesional dengan memberikan arahan agar foto lebih terlihat bagus dan sesuai. Jadi, pengambilan foto tidak asal saja ya.

Satu hal lagi yang penting kamu bisa berfoto sepuasnya kok disini dengan berbagai macam model. Karena nantinya kamu bisa memilih lagi mana hasil foto yang paling baik dan foto mana saja yang akan diambil. Hasil foto akan diberikan berupa soft file ya, jadi pastikan kamu membawa kabel data atau flashdisk untuk bisa menyimpan hasil fotonya.

Nah, kebetulan saat itu saya tidak membawa kabel data dan flashdisk untuk menyimpan. Tapi untungnya petugasnya cukup baik, profesional dan ramah. Buat wisatawan yang lupa membawa kabel data atau flashdisk biasanya akan diminta nomor whatsapp dan email. Nah, hasil foto saya jadinya dikirim melalui whatsapp dan email. Tapi kamu harus sabar karena petugas fotonya baru bisa mengirim foto setelah selesai melakukan pekerjaannya. Karena sinyal di atas puncak hutan pinus memang sedikit buruk.

Saat itu, saya dan suami hanya bisa berfoto berdua di spot foto baru yakni jembatan dengan hiasan rotan dengan tulisan hutan pinus pengger. Padahal saya masih ingin juga berfoto di spot foto tangan raksasa dan rumah segitiga dengan lubang di tengahnya karena kedua spot inilah yang paling nge-trend. Tapi karena antrinya amat sangat panjang, saya mengurungkan niat saya dan pergi pulang karena memang sudah hampir tengah malam dan saya bergegas untuk kembali ke penginapan.

Itinerary Cerita Perjalanan Wisata Jogja Hari Ketiga

Di hari ketiga kami memutuskan untuk pergi ke tempat wisata Jogja yang paling banyak dikunjungi dan wajib dikunjungi oleh para wisatawan yaitu taman sari Jogja. Nah, taman sari ini tuh termasuk salah satu tempat wisata dengan legenda dan sejarah yang kental sekali dengan keraton Jogja.

Taman Sari, Tempat Wisata Bersejarah di Jogja

Taman sari salah satu tempat bersejarah di Jogja, saya dan suami pergi kesana dengan menggunakan motor dari kos kurang lebih 15 menitan lah ya kurang lebih. Dan mengandalkan google maps sebagai penunjuk jalan. Alhasil cuma muter-muter saja karena kebetulan pada saat itu ada area jalan tercepat di tutup.

Dan pada akhirnya kami masuk melewati pintu belakang taman sari dan sesampainya disana saya bingung. Karena ternyata kami masuk dari pintu belakang taman sari dan ternyata taman sari itu berada di dalam komplek rumah-rumah penduduk. Area wisata taman sari sendiri dibagi menjadi 3 area kalau tidak salah ada area bawah tanah, pemandian dan satu lagi area benteng.

Lokasi taman sari berada di jalan Taman Yogyakarta dan lokasinya cukup dekat dengan keraton Ngayogyakarta Hadiningrat kurang lebih sekitar 15 menitan dari arah alun-alun utara keraton.

Taman sari sendiri adalah tempat bersejarah yang dulunya merupakan tempat rekreasi dan taman bagi keluarga kerajaan dan juga difungsikan sebagai benteng pertahanan. Ada sekitar 57 banguna di luas lahan 10 hektar taman sari pada awalnya yang berupa kompleks pemandian, pulau buatan, danau buatan, taman, lorong bawah tanah dan gedung lainnya.

Cukup lama saya dan wisatawan lainnya berkeliling dan tidak menemukan di mana sebenarnya tempat wisata taman sari karena dikelilingi oleh komplek rumah penduduk di sekitar tempat wisata tersebut. Sebenarnya kamu bisa menyewa jasa tour guide taman sari yang merupakan warga sekitar sebagai pengelola tempat wisata Jogja. Tapi saya tidak menggunakannya karena pastinya untuk menyewa tour guide pasti mengeluarkan biaya lagi bukan? Hemat beb. Hehe. 

Untuk yang binggung bisa tanya ke warga sekitar ya, kemana arah yang benar.

Saat itu saya dan semua hanya mengandalkan rombongan wisata lainnya yang juga bingung mencari dimana sebenarnya pintu depan tempat wisata taman sari Jogja ini. Karena tempatnya terlalu luas dan sudah bercampur dengan rumah penduduk di dalamnya.

Jadi, area wisata taman sari ini berada di tengah-tengah rumah penduduk yang tinggal disana. Cukup lama kami menyusuri lorong jalan rumah penduduk untuk bisa menuju area wisata karena memang kami masuk melalui pintu belakang. Harusnya melewati pintu depan.

Taman Sari, Tempat Wisata Bersejarah di Jogja Bangunan Tua
Taman Sari, Tempat Wisata Bersejarah di Jogja Bangunan Tua

Pertama saya sudah menemukan akses jalan menuju ke benteng yang berada di bagian atas taman. Disini terlihat bangunan yang tinggi tanpa atap dan sudah mengalami kerusakan namun masih memiliki ciri khas bangunan tua yang unik. Terdapat lorong-lorong dengan bolongan kotak di bagian sisi kanan dan sisi kiri tembok ada tangga untuk pergi ke atas bangunan yang lebih tinggi dan masih banyak lagi.

Suasananya sangat khas dengan bangunan bersejarah dan memang sangat pas dijadikan spot foto menarik di setiap sudutnya. Ya, saya rasa di setiap sudut bangunan taman sari bisa dijadikan spot foto yang menarik. Setelah asik dan selesai berfoto ria di bangunan ini kami mencari area taman sari selanjutnya yakni berupa taman dengan kolam yang dulu dijadikan sebagai pemandian para keluarga keraton kerajaan.

Nah, setelah lama bekeliling ternyata kami menemukan area pintu depan wisata taman sari. Barulah diarea ini saya diminta untuk membayar tiket masuk sebesar Rp. 10.000 per orang dan kebetulan pada saat itu saya juga membawa kamera makan saya diminta juga untuk tiket bawa kamera sebesar Rp. 5.000. Total yang saya bayar untuk tiketnya Rp. 25.000 karena saya berdua dengan suami saya.

Taman Sari, Tempat Wisata Bersejarah di Jogja Kolam Pemandian
Taman Sari, Tempat Wisata Bersejarah di Jogja Kolam Pemandian

Sesampainya disana saya melihat area taman yang cukup luas dengan bangunan yang sangat khas dan kental sekali dengan kerajaan. Berjalan masuk ke area taman yang lebih dalam, saya melihat hamparan kolam yang katanya dulunya berupa pemandian keluarg kerajaan. Sayangnya pada saat itu, air kolam kering tidak berisi air sehingga tidak tampak segar.

Menyusuri kolam yang bersejarah di taman sari, saya memasuki pintu gerbang yang merupakan lorong untuk memasuki ruang bawah tanah benteng. Bangunannya sangat tinggi dan cukup gelap di beberapa area, namun tidak sepenuhnya gelap karena ada juga lorong yang terang tanpa atap bahkan ada juga dedaunan hijau di dalamnya yang juga bagus dijadikan spot foto menarik.

Untuk memasuki benteng kami berdua menaiki dan menuruni tangga mengukuti dan menelusuri lorong benteng yang gelap dan terang. Pada saat itu, saya mencari spot foto taman sari yang paling hits yang berada di dalam benteng dengan 5 anak tangga.

Cukup lama saya menyusuri lorong untuk mencari jalan masuk ke sana dan akhirnya kami berdua menemukan jalannya. Sayangnya saat itu memang ada banyak sekali pengunjung dan wisatawan yang bergiliran berfoto dan bahkan rasanya tidak memungkinkan untuk mendapatkan foto terbaik di spot foto taman sari yang populer itu karena banyaknya orang yang hilir mudik disana.

Taman Sari, Tempat Wisata Bersejarah di Jogja Tangga Lima
Taman Sari, Tempat Wisata Bersejarah di Jogja Tangga Lima

Akhirnya saya memutuskan untuk tidak berfoto disana, kecewa dan sedih karena tujuan saya ke taman sari adalah untuk bisa berfoto di spot foto itu. Ini pelajaran buat kalian yang ingin mendapatkan hasil foto di spot foto favorit saat berlibur di Jogja terutama saat akan mengunjungi taman sari. Saya sarankan jangan datang di hari libur besar karena pasti hasil foto akan jelek dan tidak memuaskan akibat terlalu banyak wisatawan.

Foto-foto Di Tempat Wisata Taman Sari

This slideshow requires JavaScript.

Sudah sekitar setengah hari saya berada di taman sari ini bersama suami, dan kami berdua memutuskan untuk kembali ke penginapan karena pada malam harinya kami berencana untuk menghabiskan malam pergantian tahun dengan moment pesta kembang api di Jl. Malioboro. So, excited.

Cukup sekian artikel kali ini, untuk selanjutnya saya akan melanjutkan ke seruan perjalanan saya di Jogja saat menikmati pesta kembang api di malam pergantian tahun 2018 ke tahun 2019 beberapa waktu lalu. Follow dulu blog ini untuk mendapatkan info perjalanan wisata seru saya selama berada di Jogja. Nantikan next part-nya ya! Enjoy with alvindayu.com.