Cara Dropship Alvindayu

Cara Menjadi Dropshipper – Mau mulai bisnis dengan modal kecil atau bahkan tanpa modal? Bisa saja kok! Kamu bisa coba bisnis dropship untuk mulai usaha bisnis tanpa modal? Tapi, sebenarnya dropship itu apa? Bagaimana cara menjadi dropship pemula? Bisnis dropship apakah aman? Apa perbedaaan dropship dan reseller? Dari pada kamu hanya bertanya-tanya langsung baca dan simak saja yuk arti dropship dan cara menjadi dropshipper pemula yang akan saya jelaskan di artikel kali ini.

Dropship Itu Apa? Dropship Adalah…..

Pertanyaan yang mungkin paling sering dan banyak ditanyakan oleh seseorang yang akan memulai usaha bisnis dropship adalah dropship itu apa?

Oke, jadi dropship adalah suatu sistem penjualan dimana kita sebagai dropshipper tidak menyetok produk/barang karena dropshipper hanyalah menjadi seorang perantara saat akan menjual barang.

Maksudnya bagaimana? Masih belum paham?

Jadi begini, dropship itu artinya sistem penjualan tanpa stok barang. Jadi, ketika ada detail pesanan dari customer atau buyer si dropshipper ini akan mem-f atau melanjutkan detail pesanan pembelian tersebut langsung ke distributor, supplier atau produsen produk atau barang.

Apa Bedanya Dropship dan Dropshipper?

Intinya sama saja sih, dropship kan sistem penjualannya. Nah, dropshipper ini adalah orang yang melakukan bisnis dropship.

Jadi, kalau misal kalian berniat untuk melakukan usaha bisnis dropship maka sudah pasti kalian akan disebut sebagai dropshipper.

Bisa dikatakan dropshipper ini adalah penjual perantara yang mempertemukan customer atau buyer dengan supplier, produsen atau distributor produk.

Lalu dari mana keuntungan yang didapatkan oleh dropshipper?

Tenang saja, walaupun kalian hanya menjadi seorang perantara penjualan atau dropshipper usaha bisnis kalian tidak akan sia-sia kok.

Karena kalian sudah pasti dong akan mendapatkan keuntungan. Salah satu keuntungan yang akan kalian dapatkan adalah kalian bisa memperoleh laba dari hasil penjualan secara dropship.

Ini masih salah satu keuntungannya ya, masih banyak keuntungan bisnis dropship lainnya yang akan kalian dapatkan.

Kira-kira apa saja ya keuntungan menjalankan bisnis dropship? Yuk lanjut ke bahasan berikutnya.

Cara Kerja Sistem Penjualan Dropship

Sebelum membahas keuntungan bisnis dropship, saya akan jelaskan terlebih dahulu tentang cara kerja dropship dulu nih biar kalian makin paham dan mengerti.

Seperti yang sudah saya jelaskan tadi. Jadi, si dropshipper ini bisa dikatakan sebagai orang ketiga diantara produsen/supplier/distributor produk dan pembeli.

Ya, dropshipper adalah perantara yang juga akan memperoleh keuntungan atas hasil penjualan yang ia lakukan.

Cara kerjanya mirip dengan reseller, hanya saja dropshipper tidak harus menyetok barang dari supplier, produsen ataupun distributor.

Nah, untuk lebih jelasnya coba deh kalian lihat gambar berikut ini agar lebih paham bagaimana cara kerja sistem penjualan secara dropship.

Cara Kerja Sistem Dropship
Cara Kerja Sistem Dropship

Nah, dari gambar diatas bisa kalian lihat bahwa dropshipper ini berada di tengah-tengah produsen/supplier/distributor dan customer/pembeli.

Nah, tugas dropshipper adalah menawarkan atau menjual produk atau barang dari supplier atau distributor kepada pembeli.

Ya, tugas kalian sebagai dropshipper juga berjualan produk yang sama dengan yang dijual oleh supplier atau distributor dengan mark up harga yang lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan.

Bagaimana jika ada pesanan dari pembeli atas produk/barang yang dijual?

Nah, di saat ada pesanan produk dari pembeli jangan bingung kalian bisa langsung forward atau teruskan detail pesanan dari pembeli ke supplier atau distributor.

Selanjutnya pihak supplier dan distributor akan akan mengirimkan pesanan produk atau barang tersebut ke pembeli atas nama kalian.

Ya, saat ini ada banyak supplier, distributor atau produsen produk atau barang yang mendukung sistem penjualan secara dropship karena saling menguntungkan.

Kalian sebagai dropshipper akan dintungkan dengan kemudahan menjual produk atau barang tanpa stok barang.

Begitu juga supplier atau distributor yang juga diuntungkan karena penjualan akan meningkat dengan bekerja sama dengan para pemain bisnis dropshipper.

Bisnis yang menarik bukan?

Perbedaan Reseller dan Dropship

Lalu, sebenarnya apa saja sih yang membedakan bisnis dropship dengan usaha bisnis reseller?

Sebelum memulai usaha bisnis dropship, perbedaan dropship dan reseller adalah hal penting yang harus kalian ketahui.

Ini nih perbedaan sistem penjualan reseller dan dropship dilihat dari beberapa hal.

1. Sistem Penjualan

Perbedaan Reseller dan Dropship
Perbedaan Reseller dan Dropship

Dilihat dari sistem penjualannya sistem penjualan dropship memang hampir sama dengan sistem penjualan reseller. Namun, jika diperhatikan secara lebih dekat lagi, kedua sistem penjualan ini memiliki perbedaan.

Perbedaan reseller dan dropship bisa dilihat dari mekanisme sistem penjualannya.

Sistem penjualan reseller memiliki mekanisme atau proses penjualan yang lebih mudah dibandingkan dengan sistem dropship.

Misalnya saja nih, pada saat ada pesanan dari pembeli seorang reseller bisa langsung saja mengirimkan langsung produk atau barang yang di pesan langsung ke pembeli tanpa perantara. Karena apa? Karena mereka sudah tersedia stok barang untuk dikirimkan langsung ke pembeli.

Berbeda dengan mekanisme proses sistem penjualan dropship yang lebih kompleks saat menerima detail pesanan.

Jadi, saat menerima detail pesanan dari pembeli si dropshipper ini tidak bisa secara langsung mengirimkan barang kepada pembeli karena tidak ada stok produk atau barang.

Sebagai dropshipper kalian harus menghubungi atau mengirimkan si supplier atau distributor produk detail pesanan yang mereka dapatkan dari pembeli.

Baru setelah itu, supplier atau distributor akan mengirimkan produk yang di pesan pembeli atas nama kalian sebagai dropshipper.

Menurut kalian kedua sistem penjualan ini lebih rumit yang mana?

2. Stok Barang

Perbedaan Dropship dan Reseller Stok Barang
Stok Barang Reseller

Sekarang mari kita lihat perbedaan reseller dan dropship dari stok barang atau produk yang dimiliki.

Sudah jelas dropshipper tidak memiliki stok barang atau produk yang akan dijual.

Berbeda dengan reseller yang sudah pasti memiliki stok produk atau barang yang akan dijual.

Karena biasanya untuk menjadi seorang reseller kalian harus membeli produk dengan jumlah minimal yang ditentukan oleh distributor atau supplier.

3. Modal untuk Mulai Bisnis Dropship

Modal untuk Mulai Bisnis Dropship
Modal untuk Mulai Bisnis Dropship

Perbedaan reseller dan dropship yang paling dasar juga bisa kita lihat dari segi modal.

Dropship adalah bisnis yang tidak membutuhkan modal yang besar.

Jadi, jika kalian bertanya apa bisnis modal kecil atau bahkan apa ide bisnis tanpa modal? Saya rasa salah satu jawabannya adalah bisnis dropship.

Kalian bisa jalankan bisnis dropship tanpa modal apapun karena kalian tidak butuh stok produk atau barang. Menarik sekali kan?

Berbeda dengan bisnis reseller, kalian harus mengeluarkan modal terlebih dahulu untuk menyetok barang.

Dan seperti yang saya katakan tadi, biasanya supplier atau distributor akan menentukan jumlah minimal produk yang harus kalian beli untuk bisa menjadi member reseller.

4. Keuntungan Hasil Penjualan

Perbedaan Dropship dan Reseller Keuntungan Hasil Penjualan
Keuntungan Hasil Penjualan

Nah, sekarang perbedaan reseller dan dropship juga bisa dilihat dari segi keuntungan hasil penjualan yang akan kalian dapatkan.

Dibandingkan dengan sistem penjualan dropship tentu saja sistem penjualan secara reseller lebih menguntungkan karena kalian bisa menaikkan atau mark up harga lebih tinggi dari harga perolehan barang.

Ya, karena untuk menjadi seorang reseller biasanya terdapat kesepakatan maka biasanya supplier atau distributor atau produsen ini akan memberikan harga yang lebih murah dari harga normal.

Dengan begitu kalian akan mendapatkan margin keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan sistem penjualan dropship.

Sistem penjualan dropship memiliki keuntungan hasil penjualan yang lumayan juga sih sebenarnya. Hanya saja lebih besar keuntungan hasil penjualan dari reseller.

Karena seorang dropshipper biasanya tidak memiliki kesepakatan apapun kepada supplier atau distributor atau produsen dalam hal pembelian produk atau barang.

Jadi, ya gitu deh harga yang didapatkan adalah harga normal.

Kalian juga tidak bisa mark up harga terlalu tinggi lebih diatas harga pasaran sehingga keuntungannya lebih kecil dibandingkan reseller.

5. Risiko

Resiko Reseller dan Dropshipper
Resiko Reseller dan Dropshipper

Jika ditanya lebih beresiko mana menjalankan bisnis reseller atau bisnis dropship?

Kalau menurut saya keduanya sama-sama memiliki resiko.

Misalnya saja nih untuk yang bisnis dropship, usaha bisnis dropship dari supplier ini lebih berisiko kalian untuk mendapatkan komplain dari customer atau buyer.

Misalnya saja saat produk atau barang tidak sesuai dengan apa yang buyer pesan. Ini tentu akan membuat image toko kalian yang jelek kan karena barang atau produk dikirimkan atas nama kalian.

Oleh karena itu, poin penting yang harus kalian catat saat akan menjalankan bisnis dropship pastikan dulu kalian research bener-bener supplier atau distributor atau produsen yang benar-benar baik dan amanah serta bertanggung jawab.

Nah, beda lagi saat kalian mencoba jalankan usaha bisnis reseller. Kalian juga akan mendapatkan resiko. Apa tuh?

Jadi, resikonya adalah bisa saja stok produk atau barang kalian tidak laku terjual.

Nah, untuk mengantisipasi masalah ini pastikan kalian melakukan strategi marketing dan promosi yang baik dan benar agar stok produk yang sudah kalian beli laku terjual di pasaran.

Oke, jadi jika ditanya lagi lebih berisiko mana bisnis reseller dan dropship? Keduanya sama beresiko hanya saja keduanya memiliki resiko yang berbeda.

Keuntungan Bisnis Dropship Dibandingkan Reseller

Keuntungan Bisnis Dropship Dibandingkan Reseller
Keuntungan Bisnis Dropship Dibandingkan Reseller

Eh, tapi jangan khawatir dan sedih dibandingkan dengan risikonya, bisnis dropship juga memiliki banyak keuntungan kok.

Bukan hanya tidak perlu repot atau bingung masalah stok barang saja loh, ada banyak juga keuntungan bisnis dropship lainnya jika dibandingkan dengan usaha bisnis reseller.

Berikut ini keuntungan bisnis dropship yang akan kalian dapatkan saat menjalankannya.

1. Tak Perlu Repot Stok Barang

Keuntungan pertama yang sudah pasti akan kalian dapat saat coba menjalankan usaha bisnis dropship adalah kalian tidak perlu bingung untuk menyetok produk atau barang.

Ya, seperti yang sudah saya sebutkan tadi kalian tidak perlu repot beli atau stok barang.

Dan kalian juga tidak perlu khawatir produk atau barang tidak laku di pasaran karena kalian tidak akan rugi.

2. Bisnis Dropship Modal Kecil Bahkan Tanpa Modal

Bisa dikatakan bisnis dropship ini adalah bisnis yang bisa kalian lakukan tanpa harus mengeluarkan modal yang besar.

Ya, bisnis dropship termasuk ke dalam kategori ide bisnis modal kecil atau bahkan juga bisa dikatakan dropship adalah ide bisnis tanpa modal yang bisa dilakukan siapa saja.

Kalian tidak membutuhkan modal awal apapun untuk bisa memulai bisnis dropship karena kalian tidak harus stok barang.

Yang kalian perlukan hanyalah skill promosi dan jualan atau marketing saja.

Kalian bisa jualan produk secara online dengan buka toko online gratis saat ini.

Ya, kalian bisa buka toko online gratis di media sosial seperti facebook, instagram dan lainnya.

Atau bahkan saat ini juga sudah ada banyak marketplace yang tersedia misalnya seperti marketplace Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Blibli dan marketplace lainnya yang menyediakan sistem dropship.

Kamu bisa coba nih jualan di Shopee ataupun di Tokopedia serta marketplace lainnya dengan sistem dropship.

Nah, biuat kalian yang memiliki sedikit modal. Kalian bisa coba jualan menggunakan website sebagai toko online.

Membuat website too online akan membuat toko kalian terlihat dan terkesan lebih profesional loh.

FYI, saya sudah coba jualann online dengan sistem dropship melalui website toko online. Hasilnya lumayan loh!

Coba deh cek website toko online saya store.alvindayu.

3. Hemat Biaya Persediaan dan Gudang

Keuntungan dropship lainnya yang akan kalian dapatkan adalah kalian bisa hemat biaya persediaan atau biaya gudang. Kok bisa?

Ya bisa dong, kan kalian tidak perlu menyetok barang. Jadi, sudah pasti kalian tidak memerlukan tempat gudang untuk menyimpan stok produk yang kalian jual.

4. Tidak Usah Memikirkan Packing Paket

Lanjut ke keuntungan dropship yang berikutnya yaitu selain tidak perlu repot memikirkan biaya gudang atau persediaan serta stok barang.

Kalian juga tidak perlu repot dan bingung masalah packing paket loh!

Ya, karena nantinya detail pesanan yang kalian dapatkan akan di forward atau diteruskan ke supplier atau distributor atau produsen.

Jadi, sudah pasti yang melakuakn packing adalah mereka. Dan mereka akan mengirim ke costumer atas nama kalian.

Wah, ga ribet ya?

5. Dropship adalah Bisa Menjadi Ide Bisnis Sampingan

Terakhir, keuntungan menjalankan bisnis dropship atau menjadi seorang dropshipper lainnya adalah kalian bisa jadikan bisnis dropship ini sebagai ide bisnis sampingan yang bisa dikerjakan dimana saja dan kapan saja.

Tak hanya itu, bisnis dropship ini juga bisa dilakukan oleh siapa saja baik karyawan, mahasiswa, ibu rumah tangga dan lainnya yang membutuhkan penghasilan tambahan tapi bingung menentukan usaha sampingan apa yang harus dilakukan.

Apalagi ya keuntungan bisnis dropship? Saya rasa itu saja deh untuk saat ini.

Kalau kalian punya opini lain tentang keuntungan dropship selain yang sudah saya jelaskan diatas tulis di kolom komentar ya!

Baca Juga: Ingin Uang Jajan Tambahan? Ini Dia Ide Usaha Bisnis Tanpa Modal untuk Mahasiswa, Cobain Yuk!

Kekurangan Bisnis dengan Sistem Dropship

Kekurangan Bisnis dengan Sistem Dropship
Kekurangan Bisnis dengan Sistem Dropship

Oke, sebelum membahas tentang cara menjadi dropshipper saya akan jelaskan terlebih dahulu kekurangan bisnis dropship.

Kayaknya kurang adil gitu ya kalau hanya menjelaskan tentang keuntungan dropship.

Jadi, langsung saja yuk simak kekurangan dropship berikut ini.

1. Risiko Mendapat Komplain dari Customer atau Buyer Cukup Besar

Kekurangan menjadi dropshipper yang pertama adalah besar risiko kalian mendapatkan komplain dari customer atau buyer. Kok bisa?

Ya, bisa dong ini bisa saja terjadi karena kalian tidak menghandle sendiri stok produk atau barang yang kalian kirimkan.

Bisa saja produk atau barang yang dikirimkan oleh supplier/distributor/produsen cacat atau rusak sehingga tidak sesuai dengan detail pesanan dari buyer.

Ini tentu saja akan merugikan kalian karena produk dikirimkan atas nama kalian ke buyer.

Bisa saja ini akan membuat citra toko online kalian jelek atau bahkan kalian akan dimintai pertanggungjawaban dan ganti rugi.

Solusinya bagaimana?

Jadi, pastikan kalian mencari supplier/distributor/produsen yang terpercaya, amanah dan bertanggungjawab ya!

Dengan begitu kalian bisa mengkomunikasikan secara baik terlebih dahulu ke supplier/distributor/produsen.

2. Keuntungan Hasil Penjualan Dropship Kecil

Seperti yang sudah saya jelasakn sebelumnya, keuntungan hasil penjualan yang akan kalian dapatkan ketika jualan online dengan sistem dropship sangatlah kecil jika dibandingkan dengan menjadi seorang reseller.

Tapi tidak masalah selama kalian bisa menjual banyak produk tentu saja keuntungan kalian akan semakin besar.

Emm, saya rasa cuma dua hal itu saja deh yang menjadi kekurangan bisnis dropship.

Dibandingkan dengan kekurangannya masih lebih banyak keuntungan dropship kok. Jadi, saya rasa kalian bisa coba bisnis ini.

Cara Menjadi Dropship Tanpa Modal untuk Pemula

Nah, buat kalian yang ingin coba menjadi dropshipper. Baca dulu yuk cara menjadi dropship untuk pemula berikut ini.

1. Tentukan Niche Market dan Produk yang Akan Dijual

Cara Menjadi Dropship Tanpa Modal untuk Pemula
Cara Menjadi Dropship Tanpa Modal untuk Pemula

Hal pertama yang harus kalian lakukan saat akan memulai bisnis dropship adalah pastikan kalian menentukan niche market atau produk yang akan kalian jual terlebih dahulu.

Ada banyak niche yang bisa kalian pilih misalnya seperti niche fashion, elektronik, muslim, make up kosmetik, aksesoris, dan lainnya.

Kalian bisa pilih niche yang berhubungan juga sih sebenarnya. Yang terpenting adalah pilih niche yang memang sesuai dengan kalian banget!

Karena yang namanya bisnis, pasti ada saatnya kalian akan merasa jenuh dan bosan menjalankan bisnis apalagi jika bisnis tidak lancar bahkan penjualan menurun.

Ini bisa membuat kita down dan tidak semangat lagi mengurus bisnis loh!

Dengan memilih bisnis yang kalian banget atau sesuai dengan passion kalian, maka tidak akan ada kata bosan, jenuh atau malas ngurus bisnis.

Apalagi saat berhubungan dengan hobi. Ya, hobi dan passion adalah dua hal yang harus kalian pertimbangkan saat akan menentukan ide bisnis.

2. Cari dan Pilih Supplier yang Terbaik dan Terpercaya

Cari dan Pilih Supplier yang Terbaik dan Terpercaya
Cari dan Pilih Supplier yang Terbaik dan Terpercaya

Lanjut, setelah kalian sudah menentukan kira-kira niche market dan produk apa yang kalian akan pilih untuk menjalankan bisnis dropship.

Langkah berikutnya yang juga tak kalah penting saat awal akan mulai bisnis dropship adalah pastikan kalian mencari dan memilih supplier terbaik dan terpercaya.

Ada beberapa hal lainnya yang juga harus kalian perhatikan saat mencari dan memiliki supplier/distributor/produsen yakni sebagai berikut.

  • Supllier Dropship Terpercaya dan Terbaik

Supplier yang terbaik disini adalah supplier yang menyediakan produk berkualitas dan sesuai dengan produk yang kalian cari.

Tak hanya itu, supplier yang kalian pilih ini juga harus memiliki kualitas layanan yang baik pula.

Selain itu, pastikan kalian memilih supplier yang terpercaya, amanah dan bertanggung jawab.

Ingat citra dari nama toko online kalian juga ada di tangan para supplier yang kalian pilih.

  • Pilih Beberapa Supplier/Distributor/Produsen

Kalian bisa pilih beberapa supplier, produsen atau distributor untuk jaga-jaga bila produk atau barang tidak ada di supplier satu kalian bisa cari di supplier lainnya.

Ingat kalian tidak punya stok barang, jadi pastikan stok supplier, distributor atau produsen kalian banyak ya!

Jangan sampai buyer kecewa saat produk atau barang yang mereka cari tidak tersedia.

Memilih beberapa supplier juga sangat penting untuk kalian yang menjual produk barang yang berbeda-beda.

Misalnya seperti produk tas, sepatu, baju, celana, aksesoris dan lainnya untuk niche fashion.

  • Catat Nama Supplier dengan Rapi

Nah, satu hal lagi lainnya yang juga harus kalian  perhatikan adalah jangan lupa untuk mencatat nama-nama supplier/distributor/produsen dengan rapi, kalian bisa menggunakan excel untuk menata list supplier dropship yang terpercaya yang sudah kalian pilih.

  • Pilih Supplier/Distributor/Produsen dengan Harga Murah

Terakhir yang harus kalian ingat saat mencari dan memilih supplier adalah pastikan kalian pilih supplier yang menawarkan harga paling murah.

Eits, tapi ingat poin pertama kalian harus tetap memperhatikan kualitas produk jangan sampai piih supplier murah tapi kualitas juga murahan.

Kalian bisa cari supplier tangan pertama karena sudah pasti akan lebih murah.

Supplier tangan pertama ini adalah produsen yang langsung memproduksi barang.

Misalnya saja buat kalian yang sedang mencari supplier tangan pertama produk tas.

Nah, kalian bisa nih pilih langsung produsen konveksi tas karena sudah pasti produk yang dihasilkan adalah produk tangan pertama dengan harga yang lebih murah pastinya.

Sebelumnya saya juga sudah membahas tentang petualangan saya mencari supplier tangan pertama di Shopee dengan harga murah di Shopee.

Baca Juga: #Cerita Petualangan Mencari Produk Best Seller Shopee Tangan Pertama

Kalian bisa baca artikel Petulangan cari produk Shopee.

Ini juga bisa menjadi ilmu dan wawasan baru buat kalian yang ingin mulai bisnis dropship atau menjadi dropshipper.

3. Pilih Metode atau Cara Jualan Dropship

Pilih Metode atau Cara Jualan Dropship
Pilih Metode atau Cara Jualan Dropship

Lanjut, setelah kalian sudah menemukan supplier, distributor atau produsen yang menyediakan produk yang sesuai dengan keinginan kalian.

Sekarang waktunya kalian memilih metode bisnis dropship yang akan kalian jalankan. Banyak orang yang bingung nih bagaimana cara menjadi dropship untuk pemula.

Jadi, ada beberapa metode bisnis cara jualan dengan system dropship atau menjadi dropshipper.

Misalnya seperti buka toko online dengan sistem dropship melalui akun sosial media facebook, Instagram.

Ya, kalian bisa membuat toko online di facebook loh. Coba deh baca cara membuat toko online di facebook yang sudah pernah saya bahas sebelumnya.

Baca Juga: Cara Membuat Toko Online di Facebook, Ribuan Produk Sekali Klik Dari Wocommerce

Atau kalian bisa manfaatkan Instagram untuk membuka toko online juga. Instagram sangat pas untuk digunakan sebagai katalog produk yang akan kalian jual secara dropship karena tampilannya yang pas.

Selain itu, kalian juga bisa coba buat akun toko online untuk jualan secara dropship di marketplace yang menyediakan fitur dropship seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, lazada, blibli dan marketplace lainnya.

Atau nih, jika kalian memiliki budget modal yang lebih kalian bisa juga coba buat toko online melalui website untuk jualan online secara dropship.

4. Atur Strategi Marketing dan Promosi Dropship

Atur Strategi Marketing dan Promosi Dropship
Atur Strategi Marketing dan Promosi Dropship

Berikutnyang harus kalian lakukan setelah semua ketiga poin diatas sudah siap atau ready adalah saatnya untuk kalian mengatur strategi marketing dan promosi.

Ya, strategi marketing dan promosi saya rasa amat sangat dibutuhkan untuk kalian yang sudah memulai bisnis dropship.

Strategi marketing dan promosi yang baiklah yang akan membantu meningkatkan hasil penjualan di toko online kalian.

Walaupun mengatur strategi marketing dan promosi juga penting untuk bisnis lainnya.

Namun, saya rasa bisnis dropship ini membutuhkan promosi dan strategi marketing yang extra agar penjualan produk meningkat dan kalian mendapatkan hasil keuntungan yang cukup besar.

Oke, mungkin itu saja cara menjadi dropshipper yang saya sarankan untuk dilakukan.

FAQ Cara Menjadi Dropship

Bagaimana Cara Dropship
Bagaimana Cara Dropship

Seperti biasa sebelum menutup artikel ini, saya akan membahas pertanyaan-pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh pemula yang ingin memulai bisnis dropship.

Bagaimana Cara Dropship di Shopee?

Cara dropship di Shopee sangat mudah, kalian bisa langsung membuat akun Shopee dan buka toko Shopee disana. Kalian bisa upload produk yang kalian ambil dari supplier toko Shopee lainnya atau supplier dari marketplace lainnya.

Atau jika kalian ingin cara yang instan kalian bisa langsung nih cari supplier toko di Shopee. Kemudian download gambar shopee atau foto produk dari supplier tersebut  dan upload di toko shopee milik kalian.

Nah, ketika kalian mendapatkan detail pesanan dari buyer kalian bisa langsung cari supplier produk tersebut dan pesan produk dari supplier.

Kirimkan produk ke alamat pengiriman tujuan di buyer dan pilih sistem dropship sebelum membuat pesanan.

Tulis nama toko kalian di kolom pesan agar supplier toko tersebut tahu atas nama siapa produk itu akan dikirimkan ke buyer.

Untuk lebih jelasnya kalian bisa baca artikel tentang cara dropship di Shopee ini.

Baca Juga: Cara Jualan di Shopee untuk Pemula, Mulai dari N0L Hingga Toko Siap Jualan dan LARIS!

Bagaimana Cara Dropship di Tokopedia?

Tidak hanya Shopee, tokopedia juga menyediakan fitur dropship buat kalian yang ingin mengirimkan produk dari supplier langsung dari tokopedia.

Secara otomatis produk dari supplier tersebut akan dikirim atas nama toko kalian.

Untuk lebih jelasnya kalian juga bisa baca di artikel tentang cara dropship di Tokopedia.

Bagaimana Cara Dropship di Bukalapak?

Tidak hanya Shopee dan Tokopedia, Bukalapak juga menyediakan fitur dropship loh.

Jadi, kalian bisa cari supplier dari bukalapak dan memesan produk yang dibutuhkan pelanggan di akun bukalapak si supplier.

Sebelum membuat pesanan, pastikan kalian menulis alamat tujuan pembeli kalian dan pilih kirim sebagia dropship dan isi kolom informasi nama toko kalian.

Buat pesanan dan secara otomatis supplier akan mengirimkan produk ke pembeli atas nama toko kalian.

Bagaimana Cara Dropship di Lazada?

Bisakah dropship di lazada? Saat ini lazada masih belum menyediakan fitur dropship.

Tapi tidak masalah kalian masih bisa kok memilih supplier dari lazada untuk memenuhi kebutuhan produk yang dibutuhkan oleh buyer.

Kalian bisa hubungi supplier melalui fitur chat dan memberitahukan agar produk dikirimkan ke alamat pembeli yang sudah dituliskan atas nama kalian.

Apakah Daftar Dropship Gratis?

Ya, tentu saja kalian bisa mendaftarkan diri sebagai seorang dropshipper secara gratis tanpa biaya dan modal apapun. Karena kalian tidak perlu menyetok produk atau barang.

Namun, satu hal yang harus kalian tahu bahwa dropshipper tidak terlalu diutamakan oleh supplier. Mereka akan lebih mengutamakan reseller.

Adakah Aplikasi Khusus Dropship?

Ya, semakin maraknya dan semakin populernya bisnis dropship saat ini membuat para developer banyak yang memanfaatkan moment ini.

Sudah ada banyak aplikasi dropship yang diciptakan oleh para developer untuk memudahkan para dropshipper untuk mencari supplier terpercaya dan murah serta terbaik.

Kalian bisa cari aplikasi dropship yang pas untuk kalian.

Adakah Dropship Tools Gratis dan Berbayar yang Terpercaya?

Selain aplikasi dropship, juga sudah banyak tersedia dropship tools gratis maupun berbayar yang bisa kalian gunakan untuk mencari supplier terbaik dan terpercaya.

Salah satu tools dropship yang bisa kalian coba adalah dropship engine.

So ya, jadi tunggu apalagi yuk segera mulai bisnis kalian untuk menjadi seorang dropshipper.

Itu dia informasi tentang pengertian dropship itu apa dan cara menjadi dropshipper bagi pemula.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Semoga selalu sukses di bisnis apapun yang akan atau sedang kalian jalankan saat ini!

255K
SHARES
2.4M
VIEWS

Sosok wanita periang, dengan ketawa lepas, suka makan coklat sembari menulis. Suka makan tapi sulit gemuk! follow sosial media saya ya, biar kita lebih akrab lagi :D